Hadits

Beberapa Hadits Lemah


بسم الله الرحمن الرحيم
Dikutip dari buku ”Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”, oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, Syawal 1428, Penerbit : Pustaka Al Furqon, Gresik.

Beberapa hadits palsu yang populer di Indonesia :

1. Carilah ilmu sampai ke negeri Cina (HR. Ibnu Adi, Abu Nu’aim, dll)
Bathil (tidak ada asal-usulnya). Munkar hadits menurut Imam Bukhari, tidak tsiqoh menurut An Nasa’i.

2. Perumpaan orang yang belajar pada masa kecil, semacam mengukir di atas batu, sedangkan perumpamaan yang belajar pada saat sudah tua semacam menulis di atas air. (HR. Thabrani)
Palsu. Sisi cacatnya adalah Marwan bin Salim asy Syami.Menurut Imam Bukhari, munkar hadits. berkata Abu Urubah ”Dia memalsukan hadits” (lihat adh Dhoifah : 618, 619, 2591)

3. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Makna kata ini juga tidak benar, karena cinta tanah air itu seperti halnya pada diri, harta dan lainnya. Semua itu merupakan insting manusia, yang seseorang tidak dipuji karena mencintainya juga bukan merupakan konsekuensi keimanan, tidakkah engkau mengetahui bahwa semua manusia memiliki kecintaan ini, tanpa dibedakan apakah dia orang mukmin atau kafir? (lihat adh Dho’ifah : 36)

4. Barangsiapa yang mengenal dirinya, berarti dia mengenal Robb-nya.
Tidak ada asal usulnya. ini hanyalah perkataan Yahya bin Muadz ar rozi. Menurut Imam Nawawi dan Imam as Suyuthi, hadits ini tidak shohih.

5. Kebersihan itu sebagian dari iman.
Tidak ada asal-usulnya, meskipun kandungan maknanya benar karena didukung oleh dalil2 yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Ali Hasan Al Atsari.

6. Apabila salah seorang di antara kalian melihat shof sholat sudah sempurna, maka tariklah salah seorang untuk berdiri di sampingnya (HR. Thabrani)
Lemah. Sisi cacatnya adalah Bisyr bin Ibrohim yang menurut Ibnu Adi dan Ibnu Hibban dianggap memalsukan hadits. Hadits ini mempunyai penguat namun dengan sanad yang sangat lemah sekali, dengan lafadz : Kenapa engkau tidak masuk ke dalam shof atau engkau menarik salah seorang untuk berdiri bersamamu, ulangilah sholat.
Berkata Syaikh Al Albani, ”Faedah : apabila telah diketahui bahwa hadits ini lemah, maka tidak benar pendapat yang mengatakan akan disyariatkannya menarik seseorang dari shof untuk berdiri bersamanya, akrena ini sebuah tasyri; tanpa dalil yang shohih, namun yang benar bahkan wajib adalah dia harus masuk ke dalam shof apabila memungkinkan, namun jika tidak maka dia sholat di shof belakang sendirian dan sholatnya sah, karena Allah tidak membebani seseorang di atas kemampuannya. Adapun hadits yang memerintahkan untuk mengulangi sholat harus dibawa pada pemahaman bahwa apabila seseorang tidak menjalankan kewajibannya yaitu bergabung dengan shof, adapun kalau dia memang tidak menemukan adanya tempat kosong, maka berarti dia tidak salah saat sholat sendirian, maka sangat tidak masuk akal kalau sholatnya dikatakan bathil, dalam keadaan seperti itu (lihat adh Dho’ifah : 922).

7. Apabila kalian berdua sujud, maka kumpulkanlah sebagian daging ke tanah, karena seorang wanita bukan seperti laki2 dalam masalah ini (HR. Baihaqi).
Lemah. Karena Yazid (salah satu yang meneruskannya) adalah seorang tabi’in tsiqoh dan tak pernah bertemu Rasulullah. Hadits ini digunakan untuk membedakan cara sujud wanita dan pria. Karena sudah diketahui kelemahannya maka tidak dapat dijadikan hujjah. Yang benar adalah tidak dibedakan antara laki2 dengan wanita dalam tata cara sujud.

8. Rasulullah apabila memasuki bulan Rajab beliau berdo'a: ”Allahumma baariklanaa fii rajaba wa sya'ban dst.... (Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban lalu sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan)” (HR. Ahmad)
Para ulama melemahkannya, di antaranya Al Bazzar, an Nawawi, al Haitsami, Ibnu Hajar dan al Albani.

9. Do'a berbuka puasa : Allahumma laka sumtu dst (Ya Allah, untuk-Mu lah aku berpuasa dan atas rejeki-Mu aku berbuka). (HR. Abu Dawud)
Lemah. Karena salah satunya disampaikan oleh Muadz bin Zahroh bahwa ia mendengar dari Rasulullah padahal ia seorang tabi’in.
Do'a buka puasa yang shohih adalah :
”Telah hilang rasa haus, dan telah basah kerongkongan serta tetaplah pahala Insya Allah” (HR. Abu Dawud)

10. Bekerjalah untuk duniamu seolah2 engkau hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seolah engkau mati esok hari.
Tidak ada asal-usulnya. Hanya saja diriwayatkan secara mauquf dari Abdullah bin Amr bin Ash, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qutaibah dalam Gharibul Hadits 1/46 dengan sanad yang lemah.

11. Do'a mau makan : Allahumma bariklanaa fii ma razaqtana wa qiina ’adzaabannaar, bismillah (Ya Allah berkahilah kami dalam apa yang Engkau berikan rejeki kepada kami, dan lindungilah kami dari azab neraka, bismillah (HR. Ath Thobroni)
Lemah sekali. Sisi cacatnya adalah Hisyam bin Ammar dan Ibnu Sami’ yang diperbincangkan oleh para ulama, namun yang lebih parah adalah Ibnu Abi Zu’aizi’ah, dia seorang yang tertuduh berdusta dan haditsnya sangat munkar.
Hadits yang shahih adalah : Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda ”Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka katakanlah Bismillah, lalu apabila pada awalnya dia lupa maka katakanlah Bismillah fi awwalihi wa akhirihi ( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih).

12. Kami kaum yang tidak makan kecuali kalau lapar dan apabila kami makan tidak sampai kenyang.
Berkata Abdul Hakim Abdat, ”bertahun2 saya cari sanad hadits ini di kitab2 hadits dan yang lainnya hanya untuk mengetahui asal-usul hadits yang sangat masyhur ini, tetapi saya tidak menemukannya sampai pada hari saya menulisnya dan memasukannya di kitab saya ini (lihat hadits Dhoif dan Maudhu : 228)

13. Do'a itu senjatanya orang mu’min.
Palsu. Ini bukan hadits melainkan ucapan Fudhail bin Iyadh.
Sanad hadits ini terputus antara Ali bin Husain dan Ali bin Abi Thalib, dan dalam sanadnya etrdapat Muhammad bin Hasan al Hamadani, seorang pendusta.

14. Do'a bercermin : Allahumma kama hassanta khalqi fa hassin khuluqi (Ya Allah sebagaimana Engkau perbagus jasadku maka perbaguslah akhlaq-ku).
Lemah sekali. Sanad hadits ini sangat gelap, Husain bin Abu Sirri orang lemah yang tertuduh berdusta, dan Ibnu Ishaq lemah.

15. Do'a setelah makan : Alhamdulillaahilladzi ath-amanaa watsaqona wa ja’alana muslimin (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan dan minum kepada kita dan menjadikan kita sebagai orang Islam).
Lemah. Lihat Misykah : 4204 , dan Dhoif Jami’ : 4436)

16. Wanita itu tiang negara. Apabila wanitanya baik maka negara pun akan baik, namun bila wanitanya jelek, maka negara pun akan jelek.
Tidak ada asal-usulnya. Berkata Abdul Hakim : ”Hadits ini sama sekali tidak ada asal-usulnya walaupun sangat masyhur disandarkan atas nama Nabi yang mulia (lihat hadits dohoif dan maudhu beliau no:229)

Semoga bermanfaat..

Baca Juga

1 komentar:

  1. assalaamu'alaikum...'afwan ustadz, bagaimana kalau sudah terlanjur mengajarkan hadits lemah kepada anak didik? dan bagaimanakah caranya menjelaskan bahwa hadits itu lemah kepada pengajar yg lainnya? karena hadits2 yg kami ajarkan sebenarnya sudah diteliti oleh ustadz yg dipercaya disini, akan tetapi masih ada yg seperti tertera di atas. adakah referensinya, misal dari kitab apa?jazaakumullohu khoiron

    BalasHapus

Silakan tuliskan tanggapan Anda, asalkan dengan memperhatikan ADAB, KESOPANAN, TIDAK MENCELA ATAU MEMFITNAH, SERTA MEMBUKA AIB PERORANGAN ATAU KELOMPOK KECUALI DENGAN BUKTI YANG BENAR ATAU MEMBERIKAN MANFA’AT BAGI PEMBACA LAINNYA!
Komentar Anda akan dipertimbangkan dahulu oleh Tuan Rumah, apakah pantas untuk dipublikasikan atau tidak, jadi mohon bijak dalam berkomentar…

Ads Available

Back to top