Nasehat Penting Perjalan Hidup

Berfikirlah Kawan!


Bismillah, was sholatu was salaamu ‘ala Rosulillah, ‘amma ba’du.

Alhamdulillah, akhirnya blog ini bisa lagi ana update setelah lama fakum, sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari status salah seorang ikhwan di Facebook yang ana baca beberapa waktu yang lalu, yang mana status tersebut merupakan sebuah atsar (perkataan) dari seorang sahabat Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu seorang sahabat yang mulia Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu. Yang mana bunyi status tersebut adalah sebagai berikut :
“setiap orang yang mengingat mati, maka akan sedikit rasa bangganya terhadap dunia, dan akan hilang dengkinya kepada orang lain”.
(Abu Darda’)

Jika kita mengkaji lagi, atau merenungkan dengan lebih dalam perkataan beliau rodhiyallahu ‘anhu tersebut, maka mungkin kita akan menangis sendiri; kenapa tidak?, apakah pantas bagi kita yang memiliki batasan hidup di bumi ini untuk berbangga-bangga dengan apa yang kita miliki? Dan apakah kita bisa menjamin besok, lusa, atau bahkan satu jam ke depan nyawa ini masih setia bersama jasad yang penuh dosa ini?? Allahul Musta’an....

Saudaraku, dan aku terlebih dahulu mengingatkan diriku yang senantiasa lalai akan maut! Ingatlah…, sesungguhnya jika hari ini kita lolos dari intaian malakul maut, maka ingatlah, besok atau mungkin nanti ketika kita sedang tidur lalu ia datang menghampiri kita, dan langsung mencabutnya tanpa ada kata permisi ataupun menunggu sampai engkau bangun dari tidurmu..., maka apa yang hendak engkau katakakan kelak dihadapan Robbmu Tabaaroka wa Ta’ala, dimasa pengisapan (penghitungan) amal??

Dunia, sesungguhnya dunia ini di sisi Allah Tabaaroka wa Ta’ala, tidaklah lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk…, ya, sebelah sayap nyamuk! Pernahkah engkau mencoba mengukur panjang dan beratnya seekor nyamuk?? Lantas berapa berat dan panjang sebelah sayapnya?! Nah jika demikian keadaannya apa yang perlu kita banggakan dengan dunia ini??

Maka cukuplah kita menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat, jangan engkau meletakkannya di hatimu!

Kemudian coba kita renungkan juga perkataan beliau rodhiyallahu ‘anhu yang kedua, yaitu :
“dan akan hilang dengkinya kepada orang lain”.

Dengki merupakan suatu penyakit terburuk yang mana akan sangat menyiksa bila seseorang terjangkiti olehnya. Bagaimana tidak, ia akan selalu merasa panas dan tidak tentram jika orang lain mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan, atau orang lain mendapat sesuatu yang lebih dari apa yang dia dapatkan.

Misalnya saja dengki dalam masalah mendapatkan rizki, jika kita mau berfikir dengan akal sehat dan hati yang bersih, maka kita akan senantiasa ridho dengan apa yang telah Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada kita, atau mungkin malah sangat mensyukurinya. Bukankah setiap orang itu memiliki dan menerima rizkinya masing-masing?? Ketahuilah, tidak mungkin saya akan mengambil riski si fulan, dan si fulanpun tidak akan mungkin mengambil rizki saya yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala tetapkan bagi saya, itu pasti!

Saudaraku…, siapa yang tidak ingin memiliki mobil mewah, rumah mewah, harta yang banyak?? Tida ada! Semuanya pasti menginginkan. Tapi janganlah keinginan tersebut membuat kita senantiasa merasa dengki dengan apa yang ada pada orang lain, yang mana akibatnya akan menyusahkan diri kita sendiri. Semoga Allahu Tabaaroka wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita sifat qona’ah (merasa cukup) dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita.

Maka dari itu, cukuplah mengingat mati tersebut sebagai alarm yang akan senantiasa mengawasi kita dalam setiap tingkah laku kita dalam kehidupan dunia ini.

Demikianlah ulasan singkat ini ana tulis dengan mengharapkan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla semata, jika ada perkataan yang tidak sopan atau terasa seperti menggurui , maka ana mohon ma’af, karna beginilah cara penyampaian yang ana miliki, dan kepada Allah lah ana memohon ampun atas kekhilafan yang ada, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Wa salallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi, wa man tabi’ahum biy ihsani ila yaumil qiyamah. Walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Baca Juga

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan tuliskan tanggapan Anda, asalkan dengan memperhatikan ADAB, KESOPANAN, TIDAK MENCELA ATAU MEMFITNAH, SERTA MEMBUKA AIB PERORANGAN ATAU KELOMPOK KECUALI DENGAN BUKTI YANG BENAR ATAU MEMBERIKAN MANFA’AT BAGI PEMBACA LAINNYA!
Komentar Anda akan dipertimbangkan dahulu oleh Tuan Rumah, apakah pantas untuk dipublikasikan atau tidak, jadi mohon bijak dalam berkomentar…

Ads Available

Back to top